Esai 9
Marhaban Ya Riset Puasa
Lembaga-lembaga riset tentang puasa Ramadan telah lama muncul di Maroko, Iran dan Amerika Serikat. Munculnya gairah riset bidang ini bagian dari gelombang dunia yang ingin mengintegrasikan sains dan agama.
Puasa di era fisika baru (istilah fisikawan Fritjof Capra) mulai memperoleh penjelasan secara ilmiah. Sebuah penerbitan The International Journal of Ramadan Fasting Research sejak 1997 mempublikasikan hasil riset akademis tentang puasa Ramadan. Salah satunya tulisan MZA Nomani Ph.D dari West Virginia University yang mengungkapkan bahwa puasa Ramadan yang dilakukan kalangan muslim berguna untuk mencegah meningkatnya kadar koleseterol darah dan kadar asam urat serta menunjukkan bahwa penyerapan protein oleh tubuh terproses lebih baik.