Esai 5
Jejak Teori Fraktal dalam Musik
Oleh Kelik M. Nugroho *)
Komponis Slamet Abdul Sjukur menciptakan musik dari subtansi puisi penyair Prancis Andre Velter.
Seorang penyair. Seorang komponis. Keduanya tampil di satu panggung dalam sebuah kolaborasi yang tak lazim. Yang satu membaca puisi berbahasa Prancis, yang lain memainkan instrumen musik tradisional secara solo. Kedua unsur itu ibarat guntur yang terdengar sayup-sayup dan embusan angin yang mendesir. Masing-masing menjalani garis karakternya, namun kadang saling bertaut dan memagut. Baca selebihnya »
Buku 2
Pemimpi Perubahan: Cerita Pembuatan Buku
Inilah buku pertama di Indonesia yang memuat sejumlah gagasan tentang berbagai aspek pembangunan, tak ubahnya program bayangan untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebuah penerbit meluncurkan buku berjudul Pemimpi Perubahan: PR untuk Presiden RI 2005-2009 di gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Salemba, Jakarta, pada 21 Desember siang. Acara yang dihadiri sekitar 300 orang dari kalangan intelektual, mahasiswa, dan aktivis, termasuk sekitar 22 penulis yang terlibat dalam penulisan buku tersebut, sepi dari liputan media baik cetak maupun elektronik.
Esai 4
Hibriditas Filsafat Islam
Oleh Muhammad Nugroho *)
Posisi filsafat dalam keluarga ilmu-ilmu keislaman ibarat anak pungut. Sebagai anak pungut, filsafat yang cerdas dan cenderung subversif telah ikut membesarkan keluarga, namun kehadirannya tetaplah dianggap the others (liyan). Sebagai liyan, sejumlah intelektual muslim pernah berusaha untuk mengislamkannya seperti yang dilakukan Al-Gazali dan Mulla Shadra. Sebetulnya perlukah filsafat dijinakkan untuk menjadi Islamis? Baca selebihnya »
Esai 3
Pendekatan Rendah Hati *)
Oleh Kelik M. Nugroho
1.
Kemenangan SBY sebagai presiden terpilih tidak lepas dari kecerdikannya memainkan politik informasi, lewat berbagai kemasan citra (virtual) dalam berbagai iklan politik. Citra diri sebagai demokrat, yang teraniaya, yang merakyat, yang mau mendengarkan (rakyat) merupakan “realitas virtual” yang harus diubah menjadi “realitas sesungguhnya” oleh pemerintahan SBY, sebagai cara menghargai kedaulatan rakyat itu sendiri. (Yasraf Amir Pilliang, Harian Kompas, 8 November 2004) Baca selebihnya »
Buku 1
Harapan terhadap Perubahan
Judul: Pemimpi Perubahan, PR untuk Presiden RI 2005-2009
Penyunting: Eddy S Soepadmo dan Kelik M Nugroho
Penerbit: Kota Kita Press
Cetakan: I, Desember 2004
Tebal: xviii + 441 halaman
BUKU ini berisi kumpulan tulisan pemikir muda dari berbagai kalangan, seniman, politikus, ahli kelautan, pertanian, agama, wartawan, dan masih banyak lagi yang seluruhnya mengungkapkan impian dan harapan mereka pada presiden terpilih untuk mengubah nasib bangsa Indonesia. Simak tulisan Ayu Utami yang menggambarkan betapa bangsa Indonesia saat ini tak ubahnya seperti bayi raksasa yang mengalami pemiskinan intelektualitas dan hanya puas menjadi subyek bagi pemikiran bangsa lain sehingga berdampak buruk pada tata nilai budaya bangsa. Ayu bermimpi akan adanya keterbukaan dan kerja sama antara pemerintah dan budayawan untuk membangun institusi-institusi publik yang bertujuan meningkatkan pemikiran dan kesenian. Baca juga kegelisahan ahli kelautan Aris Satria akan perkembangan dunia maritim. Ia memunculkan agenda untuk memajukan pembangunan kelautan dan perikanan, diuraikan dari usulan pentingnya revisi perundangan perikanan, penguatan posisi sosial ekonomi dan politik nelayan, sampai pembenahan strategi ekspor.
Dunia jurnalistik diwakili Agus Sudibyo yang memberi rekomendasi untuk memecahkan empat masalah besar dalam kehidupan pers indonesia, yaitu regulasi, persepsi, kelembagaan, dan profesionalisme. Ahli pertanian Khudori merasa prihatin mendapati fakta semakin terdesaknya sektor pertanian dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah. Akibatnya, sektor pertanian tidak banyak berperan dalam pembangunan ekonomi bangsa. Ada juga surat Rustriningsih, perempuan bupati pertama, yang mengungkapkan betapa sulitnya menjalankan roda pemerintahan ketika harus terjegal birokrasi pemerintah pusat. Bupati Kebumen ini juga mengemukakan beratnya memberantas birokrasi maling atau korupsi di negeri ini.
(LAZ/Litbang Kompas)
Sumber: Harian Kompas, 31 Januari 2005
Esai 2
Jalan Sensualitas, Pintu Spiritualitas
Oleh Muhammad Nugroho
Sensualitas dan spiritualitas sebagai proses keberagamaan masih diyakini oleh arus utama (mainstream) agamawan, khususnya Islam, sebagai dua aspek yang berposisi oposisional. Sensualitas yang bisa didefinisikan sebagai pencerapan dengan panca indera diasumsikan fakultas tubuh yang menghalangi perjalanan menuju pintu spiritualitas. Puasa seperti yang dilaksanakan pada Ramadan adalah salah satu cara untuk mengendalikan sensualitas agar tak menutupi pintu ke spiritualitas. Baca selebihnya »
Esai 1
Ketegangan Paradigmatik Musik Islam
Kelik M. Nugroho *)
Para ulama fikih harus melirik para ulama sufi dalam hal mengapresiasi musik. Ulama arus utama dalam Islam harus diakui hingga kini masih mengalami ketegangan paradigmatik dalam mensikapi musik. Ulama Islam belum bisa merumuskan paradigma yang tepat terhadap musik. M. Abdul Jabbar Beg, doktor bidang pengkajian ketimuran dari Universitas Cambridge dalam buku Seni di dalam Peradaban Islam (Pustaka, 1988) mengatakan bahwa sikap Islam terhadap musik belum didefinisikan secara serius. Kaum muslim yang konservatif kurang memahami dan menghargai musik. Baca selebihnya »
Proyek Musik
Pada November 2006, Kelik M. Nugroho menerbitkan album musik berjudul Hyperpositive dengan nama grup Pabrik Bunyi. Album ini dipasarkan melalui portal musik www.importmusik.com (karya musik tersebut bisa diunduh melalui situs tersebut. Silakan klik link yang tersedia di menu links: Independent Music Portal). Baca selebihnya »