Pabrik Bunyi

Personal music. Critical essays.

Buku 3

foto014.jpg

Judul: Suamiku Menangis
Karya: Wahyuniati Al-Waly

Penyunting: Eddy S. Soepadmo, Kelik M. Nugroho

Penerbit: Adzikra, Biro Perjalanan Haji dan Umroh, Jakarta

Cetakan I, September 2004

Novel karya kolaborasi ini mengisahkan perjalanan hidup Muhammad Arifin Ilham, seorang ustad yang cukup populer di Indonesia. Bunda Wahyuniati, sebagai isteri sang ustad, menjadi tokoh utama dan pencerita kisah tersebut. Episode-episode cerita dipaparkan seperti dalam album-album foto, tahap demi tahap. Cara berceritanya memenuhi standar cerita pendek dan novel dengan penekanan pada dialog dan monolog.

Novel 171 halaman ini harus diakui merupakan pemfiksian dari penggalan fakta-fakta yang direkam si penulis. Dan karena obyek cerita adalah seorang ustad yang menurut si penulis berahlak baik, atau manusia dengan M besar, novel ini sepi dari konflik – unsur utama dalam novel pada umumnya. Novel dakwah ini tepat dibaca di tengah suasana Ramadan. Baca lebih lanjut

Iklan

September 4, 2007 Posted by | Book | Tinggalkan komentar

Buku 2

 buku Pemimpi Perubahan

Pemimpi Perubahan: Cerita Pembuatan Buku

Inilah buku pertama di Indonesia yang memuat sejumlah gagasan tentang berbagai aspek pembangunan, tak ubahnya program bayangan untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebuah penerbit meluncurkan buku berjudul Pemimpi Perubahan: PR untuk Presiden RI 2005-2009 di gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Salemba, Jakarta, pada 21 Desember siang. Acara yang dihadiri sekitar 300 orang dari kalangan intelektual, mahasiswa, dan aktivis, termasuk sekitar 22 penulis yang terlibat dalam penulisan buku tersebut, sepi dari liputan media baik cetak maupun elektronik.

Baca lebih lanjut

Mei 15, 2007 Posted by | Book | 1 Komentar

Buku 1

   Foto buku

Harapan terhadap Perubahan

Judul: Pemimpi Perubahan, PR untuk Presiden RI 2005-2009
Penyunting: Eddy S Soepadmo dan Kelik M Nugroho
Penerbit: Kota Kita Press
Cetakan: I, Desember 2004
Tebal: xviii + 441 halaman

BUKU ini berisi kumpulan tulisan pemikir muda dari berbagai kalangan, seniman, politikus, ahli kelautan, pertanian, agama, wartawan, dan masih banyak lagi yang seluruhnya mengungkapkan impian dan harapan mereka pada presiden terpilih untuk mengubah nasib bangsa Indonesia. Simak tulisan Ayu Utami yang menggambarkan betapa bangsa Indonesia saat ini tak ubahnya seperti bayi raksasa yang mengalami pemiskinan intelektualitas dan hanya puas menjadi subyek bagi pemikiran bangsa lain sehingga berdampak buruk pada tata nilai budaya bangsa. Ayu bermimpi akan adanya keterbukaan dan kerja sama antara pemerintah dan budayawan untuk membangun institusi-institusi publik yang bertujuan meningkatkan pemikiran dan kesenian. Baca juga kegelisahan ahli kelautan Aris Satria akan perkembangan dunia maritim. Ia memunculkan agenda untuk memajukan pembangunan kelautan dan perikanan, diuraikan dari usulan pentingnya revisi perundangan perikanan, penguatan posisi sosial ekonomi dan politik nelayan, sampai pembenahan strategi ekspor.

Dunia jurnalistik diwakili Agus Sudibyo yang memberi rekomendasi untuk memecahkan empat masalah besar dalam kehidupan pers indonesia, yaitu regulasi, persepsi, kelembagaan, dan profesionalisme. Ahli pertanian Khudori merasa prihatin mendapati fakta semakin terdesaknya sektor pertanian dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah. Akibatnya, sektor pertanian tidak banyak berperan dalam pembangunan ekonomi bangsa. Ada juga surat Rustriningsih, perempuan bupati pertama, yang mengungkapkan betapa sulitnya menjalankan roda pemerintahan ketika harus terjegal birokrasi pemerintah pusat. Bupati Kebumen ini juga mengemukakan beratnya memberantas birokrasi maling atau korupsi di negeri ini.

(LAZ/Litbang Kompas)

Sumber: Harian Kompas, 31 Januari 2005

April 22, 2007 Posted by | Book | Tinggalkan komentar